kisah orang orang yang menjaga shalatnya....
Dikisahkan mengenai Syaikh Abdul Wahid rah.a., seorang sufi yang masyhur. pada suatu hari, ia diserang rasa kantuk yang luar biasa, sehingga ia meninggalkan wirid wirid dan dzikir dzikirnya pada malam itu. Ia bermimpi ada seorang gadis yang sangat cantik jelita berpakaian sutera hijau. seluruh tubuh gadis itu hingga alas kaki sibuk berdzikir. Gadis itu berkata."milikilah aku! aku menginginkanmu". Lalu ia membaca beberapa bait syair kerinduan. setelah terbangun dari mimpinya, ia bersumpah tidak akan tidur pada malam hari. Diriwayatkan bahwa selama 40tahun, ia shalat subuh dengan waktu isya.
Syaikh Madzhar Sa'adi rah.a., seorang ulama, selama enam puluh tahun menangis terlena dalam perasaan cinta dan keasyikan kepada Alloh. Pada suatu malam, ia bermimpi melihat sungai mengalir penuh kasturi. di setiap sisinya berderet pohon pohon mutiara beranting emas serta beberapa orang gadis yang belia yang sibuk bertasbih kepada Alloh swt. ia bertanya kepada mereka,"siapakah kalian"? Gadis gadis itu menjawab dengan membaca dua bait syair, yang lebih kurang bermaksud..."kami diciptakan oleh Tuhan manusia dan Tuhan nabi Muhammad saw. untuk orang yang berdiri di hadapan Allah sepa jang malam dan bermunajat kepadanya_nya".
Abu Bakar Dharir rah.a., berkata, "Ada seorang hamba muda yang tinggal bersamaku. pada siang hari ia berpuasa dan malam hari ia bertahajud. Pada suatu hari ia mendatangiku dan bercerita,"semalam aku tertidur tidak sempat bertahajud. dan aku bermimpi melihat dari dinding mihrab keluar beberapa gadis yang sangat cantik, namun setelah seorang dari mereka ada yang buruk rupa. Aku bertanya kepada mereka, siapakah kamu? dan siapakah yang bermuka buruk itu,? "mereka menjawab, Kami adalah malam malamu yang dahulu, dan yangburuk itu adalah malammu yang sekarang.""(Nuzhatul Majalis).
Seorang syaikh berkata,"pada suatu malam, aku di serang rasa kantuk yang luar bias, sehingga mataku sulit terbuka. Aku bermimpi melihat seorang gadis yang sangat cantik. Belum pernah kulihat gadis secantik itu sebelumya. Aku juga mencium keharumannya, dan belum pernah seumur hidup mencium bau sewangi itu. Gadis itu memberiku sehelai kertas yang berisi tiga bait syair, tang kurang lebih artinya,
"Engkau sibukan dirimu dengan kelezatan kantukmu, sehingga engkau melalaikan istana istana surga yang engkau akan kekal di dalamnya. Bangunlah dari kantukmu Membaca Alkur'an dalam tahajud adalah lebih baik dari pada tidur."
Syaikh itu berkata, setelah mimpi itu, setiap aku di serang kantuk,Aku teringat syair tersebut, sehingga kantukku hilang seketika."
Atha' rah.a. berkata, " pada suatu hari, aku pergi kepasar dan ada seorang hamba wanita yang sedang di jual sambil di umumkan bahwa hamba itu berpenyakit gila. lalu aku membelinya seharga tujuh dinar dan membawa wanita itu ke rumah. Ketika lewat setengah malam, kulihat wanita itu bangun sehingga ku pikir ia akan mati. Selesai sholat ia bermunajat kepada allah dan berkata "Wahai yg kusembah. Demi cintaku kepadamu kasihanilah aku Mendengar ucapanmu itu, aku berkata kepadanya, ' Jangan berkata Seperti itu, tetepi katakanlah Demi cintaku kepadamu. Mya endengar ucapanmu itu aku terkejut dan marah. ia berkata, Demi Dzat-Nya, seandainya bukan karena cinta-nya kepadaku, tidak mungkin engkau sibuk tidur dan aku berdiri seperti ini. Setelah berkata demikian, ia terjatuh sambil membaca beberapa bait syair yang isinya.
"kegelisahan kian dalam, hati makin membara. Kesabaran kian habis, air mata pun belinang. Bagaimana seseorang akan tenang sedangkan pikirannya senantiasa penuh dengan cinta, kerinduan, dan kegalauan. Ya Allah, jika ada sesuatu yang dapat membahagiakan, maka berikanlah kepadaku. "
Kemudian ia berdo'a dengan keras, " Ya Allah, hubunganku denganmu yang selama ini tersembunyi telah di ketahui oleh makhlukMu, maka ambilah aku. Setelah berkata demikian, ia menjerit keras lalu meninggal dunia. "
Kisah seperti di atas juga terjadi pada Sirri rah.a. ia berkata "Aku membeli seorang hamba sahaya untuk melayaniku. Beberapa hari lamanya ia melayaniku, namun ! ia masih menyembunyikan tentang dirinya. Ia memilih suatu tempat yang khusus untuk sholat. Selesai bekerja, ia langsung pergi ke tempat itu dan menyibukan diri dengan sholat. Kadangkala kulihat ia sibuk sholat malam atau sibuk ber do'a. Ia berkata,"Wahai Allah, dengan cintamu kepadaku, tolonglah untuk menyelesaikan pekerjaan ini, pekerjaan itu. " akupun berkata kepadanya wahai perempuan ucapkanlah olehmu dengan cintaku padamamu. Ia pun menyahut, hei tuanku, jika bukan karena cintanya kepadaku ia tidak akan membiarkanmu tidak sholat dan membuat diriku melakukan sholat. Sirri berkata, keesokan paginya, aku memanggilnya dan berkata kamu tidak layak melayani ku, selayaknya kamu hanya berkhidmat hanya kepada Allah. aku pun memberinya sedikit bekal lalu memerdekakanya .
Atha' rah.a. berkata, " pada suatu hari, aku pergi kepasar dan ada seorang hamba wanita yang sedang di jual sambil di umumkan bahwa hamba itu berpenyakit gila. lalu aku membelinya seharga tujuh dinar dan membawa wanita itu ke rumah. Ketika lewat setengah malam, kulihat wanita itu bangun sehingga ku pikir ia akan mati. Selesai sholat ia bermunajat kepada allah dan berkata "Wahai yg kusembah. Demi cintaku kepadamu kasihanilah aku Mendengar ucapanmu itu, aku berkata kepadanya, ' Jangan berkata Seperti itu, tetepi katakanlah Demi cintaku kepadamu. Mya endengar ucapanmu itu aku terkejut dan marah. ia berkata, Demi Dzat-Nya, seandainya bukan karena cinta-nya kepadaku, tidak mungkin engkau sibuk tidur dan aku berdiri seperti ini. Setelah berkata demikian, ia terjatuh sambil membaca beberapa bait syair yang isinya.
"kegelisahan kian dalam, hati makin membara. Kesabaran kian habis, air mata pun belinang. Bagaimana seseorang akan tenang sedangkan pikirannya senantiasa penuh dengan cinta, kerinduan, dan kegalauan. Ya Allah, jika ada sesuatu yang dapat membahagiakan, maka berikanlah kepadaku. "
Kemudian ia berdo'a dengan keras, " Ya Allah, hubunganku denganmu yang selama ini tersembunyi telah di ketahui oleh makhlukMu, maka ambilah aku. Setelah berkata demikian, ia menjerit keras lalu meninggal dunia. "
Kisah seperti di atas juga terjadi pada Sirri rah.a. ia berkata "Aku membeli seorang hamba sahaya untuk melayaniku. Beberapa hari lamanya ia melayaniku, namun ! ia masih menyembunyikan tentang dirinya. Ia memilih suatu tempat yang khusus untuk sholat. Selesai bekerja, ia langsung pergi ke tempat itu dan menyibukan diri dengan sholat. Kadangkala kulihat ia sibuk sholat malam atau sibuk ber do'a. Ia berkata,"Wahai Allah, dengan cintamu kepadaku, tolonglah untuk menyelesaikan pekerjaan ini, pekerjaan itu. " akupun berkata kepadanya wahai perempuan ucapkanlah olehmu dengan cintaku padamamu. Ia pun menyahut, hei tuanku, jika bukan karena cintanya kepadaku ia tidak akan membiarkanmu tidak sholat dan membuat diriku melakukan sholat. Sirri berkata, keesokan paginya, aku memanggilnya dan berkata kamu tidak layak melayani ku, selayaknya kamu hanya berkhidmat hanya kepada Allah. aku pun memberinya sedikit bekal lalu memerdekakanya .







0 komentar:
Posting Komentar